Sabtu, 31 Desember 2011

Jamu Racikan 4 - CARA MEREBUS RAMUAN JAMU



PULIH MARI BALI WUTUH PURNA WALUYA JATI






CARA MEREBUS RAMUAN JAMU

Ada beberapa resep pengobatan yang memerlukan perebusan bahan. Baik perebusan yang berasal dari bahan segar atau yang telah dikeringkan, perlu memperhatikan hal-hal berikut:

  • Bahan segar yang hendak direbus harus dicuci bersih dan bebas dari kotoran.
  • Bila bahannya besar atau tebal, seperti rimpang atau batang, boleh dipotong tipis seperlunya.
  • Perebusan dilakukan dalam pot tanah atau keramik atau panci email. Pot keramik (ceramic clay pot) dapat dibeli di toko obat tradisional.
  • Jangan merebus menggunakan panci dari besi, aluminium, atau kuningan. Hal ini untuk mencegah terjadinya endapan, konsentrasi larutan obat yang rendah, terbentuknya racun (toksik), atau efek samping yang ditimbulkan akibat reaksi kimia dengan bahan jamu.
  • Gunakan air bersih, sebaiknya air murni (aqua destillata), kecuali dinyatakan lain.
  • Bahan jamu dimasukkan ke dalam pot tanah. Tambahkan air sampai bahan terendam seluruhnya dan permukaaan air berada 30 mm di atasnya. Rebus dengan api yang sesuai petunjuk.
  • Api untuk merebus, dapat berupa api kecil (soft fire) atau api besar (strong fire).
  • Biasanya, api besar digunakan terlebih dahulu, sampai mendidih, kemudian api dikecilkan.
  • Kadang-kadang, api kecil atau api besar digunakan masing-masing, sewaktu merebus jamu. Misalnya jamu yang bersifat tonik (menguatkan) direbus dengan api kecil, agar semua zat aktif dapat terlarut sempurna. Sedangkan jamu yang berkhasiat mengeluarkan keringat, misalnya ramuan jamu influenza atau demam, gunakan api besar untuk mendidihkannya, untuk mencegah penguapan zat aktif terlalu banyak.
  • Bila tidak ditentukan lain, maka perebusan dianggap selesai saat air rebusan tersisa separuh atau setengah dari jumlah semula.
  • Bila ramuan jamu mengandung banyak bahan yang keras seperti batang atau biji, maka perebusan selesai setelah air tersisa sepertiganya.
     
Prof. H.M. Hembing Wijayakusuma (lahir di Medan, 10 Maret 1940 – meninggal di Jakarta, 8 Agustus 2011 pada umur 71 tahun)

>>> Daftar Jamu Godog Kendhil Kencana

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar