Minggu, 04 Maret 2012

Profil Jamu Godog Kendhil Kencana



PULIH MARI BALI WUTUH PURNA WALUYA JATI

Profil Jamu Godog Kendhil Kencana


Obat Mahal, Saatnya Kembali ke Alam
The Healing Power of Nature
Zaman semakin maju, penyakitpun semakin beragam. Dari cerita orang tua dulu, penyakit jantung, ginjal, diabetes hanya menyerang orang-orang kaya. Sehingga persepsi tentang penyakit ini adalah penyakitnya orang-orang kaya, yang kebanyakan makan enak. Pada saat itu warga di kampungku memang rata-rata adalah orang tak mampu, penyakitnya tidak lebih dari buduk, kudis ataupun masuk angin. Konsumsi bahan makanan nya pun hanya sebatas nasi, ikan asin, lalap-lalapan, konsumsi daging belum tentu satu bulan sekali. Asupan bahan makanan jauh dari bahan-bahan kimia. Daun untuk lalap tinggal mencari di belakang rumah, cabe tinggal petik dihalaman, padi pun mereka tidak beli karena memang punya sawah.

Gaya hidup yang berubah membuat cara konsumsi semua orang pun berubah. Penyakit-pemyakit yang awalnya disebut penyakit orang kayapun akhirnya diderita oleh orang-orang miskin. Penyakit sudah tidak mempunyai mata lagi karena siapapun bisa diserangnya. Untuk orang kaya memang, uang tidak menjadi masalah. Biaya obat yang tinggi bisa mereka bayar, yang penting penyakit bisa disembuhkan. Untuk orang miskin, mereka hanya pasrah pada nasib. Rakyat miskin dilarang sakit, ungkapan yang sangat miris bila kita mendengarnya. Kalau saja sakit adalah pilihan tentu saja tidak ada seorangpun baik miskin ataupun kaya yang mau memilihnya.

Bermacam sebab di tengarai membuat harga obat semakin melambung. Dari mulai harga masuk bahan kimia obat impor yang naik, ketidak-efiesienan pasar obat, sampai dengan kartel obat. Obat paten yang telah melewati beberapa tahun seharusnya diturunkan harganya, namun yang terjadi obat tetap dijual dengan harga tinggi. (Kompas,21/02/2011)

Melihat harga obat yang semakin tinggi rasanya sudah saatnya kita kembali lagi melirik pengobatan tradisional. Pengobatan tradisional selama ini cenderung di pandang sebelah mata. Dokter-dokter enggan memberikan resep dari bahan obat tradisional. Praktek-praktek mistis dan klenik pun turut mencoreng cara-cara pengobatan tradisional.

Namun saat ini anggapan miring tentang pengobatan tradisional mulai berubah. China yang mempunyai sejarah pengobatan tradisional yang cukup panjang, mulai mengkombinasikan pengobatan tradisional dengan pengobatan modern. Semua metode pengobatan berusia ribuan tahun ini terdokumentasikan dengan baik karena masyarakat China sudah mengenal baca tulis sejak 5000 tahun yang lalu. Salah satu yang cukup terkenal adalah Kompendium Materia Medica (Pen Ts’ao Kang Mu) Karya Li Shih Chen seorang farmakolog terkenal pada jaman dinasti Ming (1368-1644 M). Berisi ribuan ragam obat yang biasa digunakan dalam pengobatan tradisional china (Majalah trubus, edisi 34)
Li Shizhen (李时珍 - 李時珍 - Lǐ Shízhēn - Li Shih-Chen) (3 Juli1518 - 1593) dengan nama tua (courtesy name) Dongbi (东璧) adalah seorang apoteker (herbologist and acupuncturist) Tiongkok. Li lahir di suatu keluarga dokter di propinsi Hubei tahun 1518. Sewaktu dia masih kecil, dia sering ikut bapak dan kakaknya pergi mencari obat, dan juga sering membantu bapaknya menyalin resep obat, bapaknya pun sering sekali menjelaskan kepada dia tentang obat-obat. Waktu itu ada ujian umum senegara, dan dia pun berhasil meraih gelar siu chai(sarjana muda) hanya dengan usia 14. Dia sangat suka dengan ilmu kedokteran, dia tidak berminat untuk belajar pelajaran yang diwajibkan di sekolah. Maka, sewaktu dia gagal ketiga kalinya untuk meraih Gelar yang lebih tinggi, dia pun bertekad untuk tidak mencoba ke empat kalinya dan bersungguh-bersungguh untuk memperdalam ilmu kedokterannya.
Li setelah berjuang untuk jangka yang lama,dia akhirnya menguasai banyak tentang obat-obatan yang waktu itu belum pernah di ketahui orang-orang, dan akhirnya pada tahun 1578 dia mengeluarkan buku yang bernama Bencao Gangmu 本草纲目(Compendium of Materia Medica). Perkiraan ada 1.900.000 huruf, 52 jilid, tercantum kira-kira 1892 macam obat, termasuk macam obat baru kurang lebih 374, berbagai macam resep 10000 lebih dan kira-kira gambar 1000 lebih, buku ini pun menjadi buku besar yang sangat ternama, yang sebelumnya belum pernah ada di negeri Tiongkok. Sekarang sudah sebagian atau seluruhnya telah di terjemahkan menjadi bahasa Jepang, Inggris, Jerman, Prancis, Latin , Rusia dll, buku ini telah tersebar di seluruh posok dunia. Didalamnya banyak sekali perbaikan terhadap orang-orang yang sebelumnya, apalagi dipembagian antara flora dan fauna sangat jelas, maka buku ini pun sangat berjasa sekali untuk dunia Biologi, Kimia, Mineralogi, Geografi dan Astrologi.
Li Shizhen (李时珍 - 李時珍 - Lǐ Shízhēn - Li Shih-Chen) (3 Juli1518 - 1593)
Di dunia kedokteran, Li banyak membaca buku-buku tentang kedokteran zaman dahulu, dan setelah melalui praktik dia berpendapat bahwa buku kedokteran zaman dahulu terlalu banyak macam dan terlalu banyak nama yang terulang. "Kalau bukan satu jenis obat mempunyai 2 nama, atau ada 2 jenis obat yang berbeda mempunyai nama yang sama"(contoh: Ming Waishi Benzhuan). Apalagi terdapat beberapa obat yang mengandung racun, ternyata disebut obat yang bisa menjadikan awet muda, dan sudah merugikan banyak orang. Maka dia bertekad untuk menulis kembali buku tentang obat-obatan. Dari usia 31, dia telah memulai untuk mewujudkan ini, untuk mendapat informasi yang tepat, dia membaca buku yang terbilang banyak sekali. Buku yang ada dirumahnya sudah selesai ,dia menggunakan waktu mengobat sambil meminjam buku kepada orang-orang. Seterusnya dia berhasil masuk ke istana kerajaan chu dan Rumah Dokter Beijing nasional(dokter di dalam ini khusus hanya boleh memeriksa orang-orang yang berasal dari keluarga raja), buku yang dia baca semakin banyak, dia benar-benar terlah menjadi buku maniak. Dia bahkan berkata bahwa membaca buku itu rasanya manis seperti memakan tebu. Gu Jingxing di dalam buku Li Shizhen memories bahkan memuji"membaca buku 10 tahun, tidak keluar rumah pun bisa mengetahui seluruh apapun yang ada di dunia"(mencerminkan tidak ada yang yang dia tidak tahu). Selain membaca 800 lebih buku tentang kedokteran, dia masih membaca buku tentang sejarah, geografi dan literatur ,bahkan buku-buku tentang pe sajak pun dia telah mempelajarinya dengan teliti.
Li wafat pada tahun 1593, waktu itu usianya 57. Jenazah beliau di makamkan di bagian timur kota Chi Cou di propinsi Hubei.
Bencao Gangmu 本草纲目 (Compendium of Materia Medica)
Contents
1.-2. 序例 Xuli Preface
3.-4. 百病主治藥 Baibing Zhuzhi Yao 1-2 Various diseases and how to treat them with materia medica
5. 水:天水、地水 Shui: tianshui, dishui Water: precipitation and phreatic water
6. 火 Huo Treatment by fire
7. 土 Tu Earths
8. 金 Jin Metals
8.-11. 石:玉、石、鹵 Shi 1-5: yu, shi, lu Stones: Yade and Gems, Stones, Salt
12.-21. 草:山草、芳草、隰草、毒草、蔓草、水草、石草、苔草、雜草Cao 1-11: shancao, fangcao, xicao, ducao, mancao, shuicao, shicao, taicao, zacao Herbs: mountain herbs, fragrant herbs, marshland herbs, poisoneous herbs, creeping herbs, water herbs, stone herbs, moss, various herbs
22.-25. 穀:麻、麥、稻、稷、粟、造釀 Gu 1-4: ma, mai, dao, ji, su, shu, zaoniang Field crops: hemp, grain, rice, millet, sorghum, yeast
26.-28. 菜:葷辛、柔滑、蓏、水菜、芝栭 Cai 1-5: hunxin, rouhua, luo, shuicai, zhier Vegetable dishes: strong smelling spices, soft vegetables, melons, water vegetables, sesame and nuts
29.-33. 果:五果、山果、夷果、味蓏、水果 Guo 1-6: wuguo, shanguo, yiguo, wei, luo, shuiguoFruits: five fruits et al. (plum, apricot, prune, peach, chestnut, date), mountain fruits, foreign fruits, tasty fruits, melons, watery fruits
34.-37. 木:香木、喬木、灌木、寓木、苞木、雜木 Mu 1-6: xiangmu, qiaomu, guanmu, yumu, baomu, zamuTrees: odorous trees, large trees, shrubs, annual shrubs, bamboo, various trees
38. 服器:服帛、器物 Fuqi 1-2: fubo, qiwu Textiles and various objects
39-42. 蟲:卵生、化生、濕生 Chong 1-4: luansheng, huasheng, shisheng Worms and insects: oviparous, viviparous, aquatic
43.-44. 鱗:龍、蛇、魚、無鱗魚Lin 1-4: long, she, yu, wulinyu Scaly animals: dragons, snakes, fishes, non-scaly fishes
45.-46. 介:龜、虌、蚌、蛤Jie 1-2: gui, bie, bang, ge Reptiles and shells: tortoises, turtles, oysters, clams
47.-49. 禽:原禽、林禽、山禽 Qin 1-4: yuanqin, linqin, shanqinBirds: birds living in the plains, the wood, and the mountains
50.-51. 獸:畜、獸、鼠、寓、怪 Shou 1-4: chu, shou, shu, yu, guaiBeasts: cattle, wild beasts, rats, monkeys, fabulous beasts
52. 人 Ren The human body, secretions, etc.
Bencao Gangmu 本草纲目(Compendium of Materia Medica)

人参
「释名」亦名黄参、血参、人衔、鬼盖、神草、土精、地精、海腴、皱面还丹。
「气味」(根)甘、微寒、无毒。
「主治」
1、阴亏阳绝之症(昏眩、自汗、痰鸣、脉大)。用人参十两细切,加水二十碗浸透,以桑柴火缓煎成膏。每服一至三碗。持续服至病愈。以方名“人参膏”。
2、胸中痞坚,胁下逆气抢心。用人参、白术、干姜、甘草各三两,加水八升,煎至三升。每服一升,一天服三次。此方名“治中汤”(理中汤)。
3、脾胃气虚,不思饮食。用人参一钱、白术二钱、茯苓一钱、炙甘草五分、姜三片、枣一枚,加水二杯,煎至一杯,饭前温服。此方名“四君子汤”(按:各药分量在此方中不再折扣)。
4、开胃化痰。用人参二两(焙)、半夏五钱(姜汁浸后焙干),共研为末,和面揉成丸子,如绿豆大。每服三十至五十丸,姜汤送下。饭后服。一天服三次。药中加陈皮五钱亦可。
5、胃寒气满,饥不能食。用人参二钱、生附子半钱、生姜二钱,加水七合煎成二合,调入鸡蛋清一个,空心服下。
6、胃虚恶习,或呕吐有痰。用人参一两,加水二碗,煎成一碗,再加竹沥一杯、姜汁三匙。温服。此方最宜老人。
7、反胃(饮食入口即吐,病人衰弱无力)。用人参三两,切片,加水一升,煮成四合,热服。同时用人参汁加鸡蛋白、薤白(即头)煮粟米粥吃。
8、妊妇腹痛吐酸,不能饮食。用人参、炮干姜,等分为末。加生地黄汁,做成丸子,如梧子大。每服五十丸,米汤送下。
9、阳虚气喘,自汗盗汗,气短头晕。用人参五钱、熟附子一两,分为四帖。每帖以生姜十片,加月二碗,煎成一碗,温服。
10、喘急欲绝。用人参末煎汤,每服一茶匙。一天服五至六次。
11、产后发喘。用人参末一两;另有苏木二两,加水二碗,煎成一碗后,调参末内服。有特效。
12、产后诸虚、发热、自汗。用人参、当归,等分为末;另以水三升,加猪腰子一个(切片),糯米半合,葱白二个,煮米至熟。取汁一碗,将人参、当归药末调入煎汤,饭前温服。
13、产后大便不能,出血很多。用人参、麻子仁、枳壳(麦麸炒过),共研细,加蜜成丸,如梧子大。每服五十丸,米汤送下。
14、横生倒产。用人参末、乳香末各一钱,丹砂五分,共研细,加鸡蛋白一个,生姜汁三匙,搅匀后冷服。有特效。
15、怔忡自汗,心气不足。用人参、当归各半两,和阉猪腰子一对(切片)同煎,空心服。药渣焙干为末,以山药末作糊和药成丸,如绿豆大。每服五十丸,枣汤送下。药中亦可加乳香二钱。
16、肺虚久咳。用人参二两、鹿角胶(炙过)一两,共研为末,每服三钱。薄荷豉汤(如葱)送下。
17、喘嗽咳血,脉弱无力。用人参末三钱,鸡蛋白调匀,清晨服下,服后即去枕仰卧。病不久者,一服可愈。久病者两服有效。以乌鸡蛋的蛋白调药。效果更佳。
18、咳嗽吐血。用人参、黄芪、面粉各一两,百合五钱,共研为末,滴水做成丸子,如梧子大。每服五十丸。饭前服,茅根汤送下。又方:人参、乳香、丹砂,等分为末,加乌梅肉和成丸子,如弹子大,每天服一丸,开水送下。
19、吐血下血,血如泉涌。用人参五钱(焙)、侧柏叶(先蒸后焙)、荆芥穗(烧存性)各五钱,共研为末。每取二钱加入面粉二钱中,以水调成稀糊吃下。
20、鼻血不止。用人参、嫩柳枝,等分为末。每服一钱,日服三次。无柳枝可用莲子心代。
21、阴虚尿血。用人参(焙)、黄芪(盐水炙),等分为末;另用红皮萝卜一枚,切成四片蜜炙,炙过再炙,以用尽二两蜂蜜为止。每服以萝卜一片蘸药末吃,盐开水送下。
22、水渴。用人参末,蛋白调匀。每服一钱。一天服三、四次。又方:人参、栝楼根等分,生研为末,炼蜜和丸,如梧子大。每服百丸,饭前以麦门冬煎汤送下。一天服两次。此方名“玉壶丸”。又方:人参一两,甘草二两(雄猪胆汁浸后加炙),脑子半钱,共研为末,调蜜做成丸子,如芡子大。每次嚼一丸,冷开水送下。又方:人参一两,葛粉二两,共研为末。同时,在猪汤一升中,加药三钱、蜜二两,慢火熬成膏子。每夜含咽一匙。三次见效。
23、痢久晕厥,六脉沉香。用人参、附子各一两半,每次取半两,加生姜十片、丁香十五粒、粳米一撮,在水二碗中煎至一碗半,空心温服。
24、禁口痢。用人参、莲肉各三钱,水煎成浓汤,一口一口细吞之。或加姜汁炒过黄连三钱同煎亦可。
25、老人虚痢不止,不能饮食。用人参一两、鹿角一两、鹿角(去皮,炒过)五钱,共研为末,每服一茶匙,米汤调下。一天服三次。
26、伤寒坏症(伤寒症或其他时疫,病久体弱,脉沉伏,不省人事)。用人参一两,加水二杯,煎至一杯,以井水浸冷后服下。不久,鼻梁出汗,既药有效。此方名“夺命散”(即“复脉汤”)。
27、伤寒厥逆(身有微热,烦躁,六脉沉细)。用人参半两,水煮,调牛胆南星末二钱,热服。
28、筋骨风痛。用人参四两,酒泡三天,取出晒干,与土茯苓一斤、山慈姑一两,共研为末,炼蜜和药为丸,如梧子大。每服一百丸,饭前服,米汤送下。
29、小儿风抽筋。用人参、蛤粉、丹砂,等分为末,加母猪血和成丸子,如绿豆大。每服五十丸,金银汤送下。一天服两次。
30、小儿惊后眼斜。用人参、阿胶、糯米(炒成珠)各一钱,加水一碗,煎至七成,温服。一天服两次。
31、蜈蚣、蜂虿螫伤。用人参末涂敷。
Panacis Radix (Ginseng)
Panacis Radix (Ginseng)
Di berbagai rumah sakit di China saat ini sudah lazim terdapat dua departemen pengobatan yaitu modern dan tradisional. Pasien-pasien dengan penyakit berat, terbukti lebih cepat sembuh dengan kombinasi dua cara pengobatan ini. Kemajuan pengobatan tradisional China akhirnya mendorong orang-orang dari berbagai Negara untuk belajar pengobatan disana. Banyak universitas membuka kelas-kelas pengobatan tradisional untuk mahasiswa-mahasiswa asing. Ajakan untuk kembali ke alam membuat gaung obat tradisional berbasiskan tanaman dan hewan kembali menjadi tren.

Indonesia juga sebenarnya mempunyai sejarah pengobatan herbal yang cukup panjang. Jamu sudah sejak dulu dipakai dalam pengobatan-pengobatan tradisional. Rempah-rempah dan tanaman-tanaman asli Indonesia banyak yang mempunyai khasiat obat. Namun sayangnya semua potensi ini tidak dapat dimanfaatkan dengan baik. Maka jangan heran jika suatu saat nanti obat-obat yang berasal dari tanaman asli Indonesia di patenkan oleh Negara lain. Kapulaga, temulawak, bangle, jahe merah, katuk, daun ungu, jati belanda, dan lain-lain adalah bahan-bahan yang biasa di gunakan oleh perusahaan jamu Sidomuncul, Jago, Air Mancur dan Nyonya Meneer.

Semua bahan-bahan ini sebenarnya ada di alam, tapi seiring perkembangan pemukiman dan ketidaktahuan masyarakat akan khasiatnya, tumbuhan inipun akhirnya sulit didapat. Untungnya perusahaan-perusahan jamu membina kelompok-kelompok tani untuk membudidayakan tanaman obat ini. Informasi jenis tanaman dan khasiatnya dapat dengan mudah kita cari di Internet, tapi kesulitannya adalah mencari tanaman ini di alam. Gambar sudah ada, khasiatnya sudah tahu tapi di mana mencarinya. Lahan-lahan kosong sudah berubah menjadi pemukiman, mall dan kantor. Satu-satu nya cara adalah membudidayakannya sendiri di halaman rumah.

Dulu, sakit hepatitis atau orang kampungku menyebutnya sakit kuning adalah penyakit yang relatif tidak berbahaya. Ada seorang ahli urut di kampungku yang bernama Pak Engtoh, bidang keahliannya adalah mengobati khusus penyakit kuning. Kakak ku dan seorang adikku pernah mengalaminya. Rasa mual disertai kulit dan mata yang kuning disertai badan lemas adalah gejala penyakit ini. Oleh tukang urut, biasanya pasien akan dijampi-jampi dan diurut di beberapa bagian, kemudian disuruh minum rebusan Laya/remis (sejenis kerang berwarna kuning yang hidup di sungai atau situ) dan rebung bambu kuning. Rasa mual biasanya akan segera hilang begitu selesai diurut, dan pasienpun akan segera bisa makan, 4 atau 5 hari kemudian akan sembuh. Rebusan ini diminum dua kali sehari sampai pasien benar-benar sembuh. Metode urut ini mungkin bertentantangan dengan ilmu kedokteran modern tapi yang jelas semua orang yang berobat padanya sembuh semua. Sayang ilmunya tidak ada yang mewarisi setelah dia meninggal. Terlepas dari jampi-jampi atau mantra apapun itu, sesungguhnya remis dan rebung bambu kuning ternyata memang berkhasiat obat.

Seorang adikku pernah sakit batu ginjal, hasil rontgent menunjukan ada batu sebesar beras, pengobatannya bisa melalui operasi atau minum ramuan herbal. Saat itu dokter dengan baik hati menyarankan meminum rebusan daun kumis kucing dan daun alpukat. Sekarang batu itu sudah tidak ada lagi, luruh bersama air kencing.

Luka-luka kecilpun biasanya hanya diobati dengan obat-obatan di alam. Luka berdarah karena jatuh atau terkena benda tajan cukup dengan lendir yang ada pada keong racun (bekicot) yang banyak di pohon pisang. Cangkang pada bagian ekor di pecahkan kemudian cairan lendirnya diteteskan di luka, darah pun segera berhenti. Luka pada mulut/bibir karena jatuh biasanya diobati dengan gula pasir. Rendaman daun sirih biasanya digunakan untuk membersihkan mata atau area kewanitaan. Wasir atau ambein bisa sembuh dengan rebusan daun handeleum (daun ungu), maag dengan jahe merah, dan masih banyak lagi.

Kesemuanya ini adalah bentuk kebaikan alam yang harusnya kita syukuri. Ajakan kembali ke alam kini mulai bergaung di seluruh dunia. Para herbalis dengan kemampuan intelektual dan pemahaman yang baik terhadap fungsi, dosis dan khasiat bahan-bahan alami mulai bermunculan. Memakai obat dari alam bukan berarti tanpa aturan. Kadar zat-zat dalam tanaman yang dibutuhkan untuk pengobatanpun harus di ketahui. Dari sini nanti akan ditentukan dosis atau berapa banyak bahan dan campuran yang akan digunakan. Penggunaan obat-obatan herbal secara serampangan juga bisa membahayakan ginjal.

Kita berharap suatu saat rumah sakit tidak lagi memaksa pasien untuk menggunakan obat paten yang berharga mahal. Masih banyak potensi alam yang bisa kita manfaatkan dengan biaya yang murah dan aman. Mudah-mudahan suatu saat nanti pengobatan tradisional dengan cara-cara dan bahan yang telah diteliti secara ilmiah di laboratorium dapat menjadi alternatif pilihan bagi pasien.

>>> Daftar Jamu Godog Kendhil Kencana

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar