Minggu, 19 Februari 2012

Dosis sola venenum facit 2 - Takaran Menyebabkan Racun - Semua Obat Adalah Racun



PULIH MARI BALI WUTUH PURNA WALUYA JATI

Semua Obat Adalah Racun

Suatu pagi di sebuah ruangan kelas, seorang siswi bertanya tentang mengapa bahan kimia seperti MSG yang dapat berbahaya jika dikonsumsi secara berlebihan, masih diperbolehkan beredar.
Mononatrium glutamat (juga disebut monosodium glutamat; disingkat MSG) adalah garam natrium dari asam glutamat. Berfungsi sebagai penyedap rasa. Satu ion hidrogen (dari gugus —OH yang berikatan dengan atom C-alfa) digantikan oleh ion natrium. Merek dagang dari mononatrium glutamat termasuk Ajinomoto, Vetsin, Miwon, Sasa dan Accent.
Glutamat memainkan peranan fisiologis penting pada tubuh
Lidah dan lambung memiliki reseptor glutamat yang berhubungan dengan sistem syaraf pusat, otak, dan organ pencernaan yaitu lambung dan pankreas. Melalui uji klinis telah dibuktikan, bahwa makanan yang enak karena glutamat, baik dari makanan itu sendiri maupun dari MSG, merangsang produksi cairan pencernaan sehingga daya cerna makanan menjadi lebih baik. Selain itu, glutamat di dalam usus halus berfungsi sebagai sumber tenaga bagi absorpsi unsur-unsur nutrisi kedalam darah. Glutamat memainkan peranan sentral dalam berbagai metabolisme tubuh, antara lain sebagai unsur perantara metabolisme protein, karbohidrat dan lemak.
Rasa haus yang dirasakan terhadap masakan yang mengandung monosodium glutamat adalah nyata dan bisa dibuktikan sendiri. Jika tubuh bereaksi dengan merasa haus, berarti ada sesuatu yang tidak benar dengan tubuh.

Saya menjawabnya dengan merujuk pada ucapan Paracelsus. Dosis sola facit venenum. Yang kira-kira artinya menyatakan bahwa semua zat itu berbahaya bergantung pada dosisnya. Ya begitulah, obat-obat herbal pun dapat berbahaya jika digunakan secara tidak tepat dan berlebihan.

Saya pun menambahkan bahwa sebenarnya untuk bahan-bahan tertentu ada pembatasan, yakni pada batas maksimal yang diperbolehkan. Sehingga jika bahan-bahan kimia tersebut dikonsumsi, tidak menimbulkan efek samping yang merugikan karena jumlahnya masih dalam rentang batas aman.

Jadi pada dasarnya, obat adalah suatu zat yang mestilah digunakan sesuai aturan. Dan yang perlu dipahami bahwa semua zat (bahkan obat) dapat menjadi racun yang merugikan kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.






Dosis Sola Facit Venenum (kuliah drh. Abadi)

Beliau menyatakan dalam kuliah pendahuluan toksikologi, semester 7, bahwa semua zat adalah racun, yang membedakan obat dengan racun adalah dosis. Nah, kita tentunya perlu mengetahui apakah obat itu? Dan apa bedanya dengan racun? 

Definisi obat adalah suatu zat yang digunakan untuk diagnose, pengobatan, melunakkan, penyembuhan atau pencegahan penyakit pada manusia atau pada hewan. Meskipun obat dapat menyembuhkan tapi toh banyak kejadian bahwa seseorang telah menderita akibat keracunan obat. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa obat dapat bersifat sebagai obat dan juga dapat bersifat sebagai racun. Obat itu akan bersifat sebagai obat apabila tepat digunakan dalam pengobatan suatu penyakit dengan dosis dan waktu yang tepat. Jadi bila digunakan salah dalam pengobatan atau dengan keliwat dosis akan menimbulkan keracunan. Bila dosisnya lebih kecil kita tidak memperoleh kesembuhan.

Obat-obat modern adalah begitu efektif dalam penyembuhan dan dapat disamakan dengan pisau bedah yang apabila digunakan oleh ahli bedah akan dapat menghilangkan bagian tubuh yang sakit tapi bila bukan ahli yang menggunakan akan membunuh si sakit. Begitu pula obat bila digunakan tidak menurut aturan yang telah ditentukan oleh ahlinya justru akan dapat membunuhnya. Oleh karena itu, dalam menggunakan obat perlu diketahui efek obat tersebut, penyakit apa yang diderita, berapa dosisnya, serta kapan dan dimana obat itu digunakan (per oral, intravena, intraperitoneal,subcutan, intramuscular-diaplikasikan di hewan). Batas jarak sebagai obat dan racun adalah pendek, hal ini tergantung dari cara dan dosisnya.

Untuk referensi silahkan membaca buku Prinsip Umum dan Dasar Farmakologi karangan Prof. Drs. Moh. Anief, Apotheker (UGM Press).




>>> Daftar Jamu Godog Kendhil Kencana

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar