Rabu, 22 Februari 2012

Jamu Gendong 9 - Gagal Ginjal



PULIH MARI BALI WUTUH PURNA WALUYA JATI
Jamu vs Gagal Ginjal

Apa itu Jamu?

Jamu, terutama jamu gendong adalah fenomena yang sangat terkenal di Indonesia, tetapi dokumen tertulis tentangnya sangat jarang. Jamu adalah sebutan untuk obat tradisional dari Indonesia. Belakangan populer dengan sebutan herba atau herbal. Dibuat dari bahan-bahan alami, berupa bagian dari tumbuhan seperti rimpang (akar-akaran), daun-daunan dan kulit batang, buah yang mempunyai khasiat obat. Ada juga menggunakan bahan dari tubuh hewan, seperti empedu kambing atau tangkur buaya.

Jamu biasanya terasa pahit sehingga perlu ditambah madu sebagai pemanis agar rasanya lebih dapat ditoleransi peminumnya. Di berbagai kota terdapat penjual jamu gendong yang berkeliling menjajakan jamu sebagai minuman yang sehat dan menyegarkan. Selain itu jamu juga diproduksi di pabrik-pabrik jamu seperti Jamu Air Mancur, Nyonya Meneer atau Djamu Djago, dijual di berbagai toko obat dalam kemasan sachet. Jamu seperti ini disebut jamu instan, harus dilarutkan dalam air panas terlebih dahulu sebelum diminum. Pada perkembangan selanjutnya jamu juga dijual dalam bentuk tablet, kaplet dan kapsul.

Tudingan yang sering muncul terhadap jamu adalah : minum jamu menyebabkan gagal ginjal! 
Pertanyaan lain yang sering muncul adalah: aman gak sih minum jamu paitan (jamu pahit)?

Ginjal (Kidney)
Ginjal adalah organ tubuh yang berfungsi sebagai alat filtrasi (penyaringan), mengeluarkan kelebihan garam, air, asam, membuang atau mengatur elektrolit seperti K, Ca, Mg, PO4, dan sisa metabolisme tubuh. Ginjal juga bertugas melakukan sekresi untuk menghasilkan EPO yang berfungsi mengatur Haemoglobin darah (HB), aktivasi vitamin D untuk kesehatan tulang, serta mensekresi renin untuk mengatur tekanan darah. Kerusakan pada jaringan ginjal disebabkan oleh racun-racun yang masuk melalui mulut, penghancuran jaringan otot. Maka racun-racun harus dihindari agar tidak terjadi kerusakan ginjal. 

Penyebab paling umum dari CKD (chronic kidney disease - Gagal Ginjal Khronis) diabetes mellitus, hipertensi, dan glomerulonefritis. Bersama-sama, menyebabkan sekitar. 75 % dari semua kasus dewasa. Wilayah geografis tertentu memiliki insiden tinggi nefropati HIV.
Secara historis, penyakit ginjal telah diklasifikasikan menurut bagian anatomi ginjal yang terlibat, yaitu:

  • Vaskular, termasuk penyakit pembuluh besar seperti bilateral stenosis arteri ginjal dan penyakit pembuluh kecil seperti nefropati iskemik, hemolitik uremik sindrom- dan vaskulitis
  • Glomerulus, terdiri dari kelompok yang beragam dan subclassified ke
    • Penyakit glomerulus primer seperti glomerulosklerosis focal segmental dan IgA nefritis
    • Penyakit glomerulus sekunder seperti nefropati diabetes dan nefritis lupus
  • Tubulointerstitial termasuk penyakit ginjal polikistik, obat dan racun-diinduksi tubulointerstitial nefritis kronis dan nefropati refluks
  • Obstruktif seperti dengan bilateral batu ginjal dan penyakit pada prostat
  • Pada kasus yang jarang terjadi, cacing pin menginfeksi ginjal juga dapat menyebabkan nefropati.


Eritropoietin (bahasa Inggris: erythropoetin, erithropoyetin, hematopoietin, hemopoietin, EPO) adalah hormon glikoprotein yang merupakan stimulan bagi eritropoiesis, sebuah lintasan metabolisme yang menghasilkan eritrosit.

Sintesis dominan EPO terjadi pada sel di area interstitial peri-tubular di dalam ginjal, selain hati dan otak. Sintesis EPO diregulasi oleh konsentrasi oksigen di dalam darah, meskipun mekanisme yang mendalam masih belum dimengerti.
EPO hasil sekresi dan beredar dalam sirkulasi darah akan meregulasi eritropoiesis pada sumsum tulang melalui pencerap Epo yang masih tergolong sebagai pencerap sitokina, dan mekanisme transduksi sinyal selular melalui beberapa kinase termasuk lintasan JAK/STAT dan Ras/MAP. Lintasan ini memelihara dan menstimulasi mitosis dan kematangan sel, meningkatkan sintesis hemoglobin. Mutasi pada lintasan ini akan mengakibatkan terminus karboksil eritrosit terpotong seperti pada simtoma eritrositosis. 


Nah, dengan menilik kandungan dan khasiat jamu serta fungsi ginjal di atas, maka minum jamu akan berbahaya bagi kesehatan ginjal jika diminum melebihi dosis wajar dan atau tanpa disertai minum air dengan jumlah yang cukup (air putih lebih baik). Ingat bahwa fungsi ginjal adalah membuang air, sisa cairan dan metabolit didalamnya dengan menyaring darah yang tersuplai ke ginjal. Jika tidak disertai dengan kebiasaan banyak minum (kebutuhan air putih untuk tubuh adalah 1,5 L/hari), bisa dibayangkan darah yang dialirkan ke ginjal untuk disaring dan dibuang akan berkonsentrasi tinggi / pekat. Ditambah lagi dengan adanya senyawa metabolit jamu. Ginjal bisa rusak jika menyaring cairan dengan konsentrasi tinggi secara terus menerus. 

Kesimpulannya, minum jamu - yang paling pahit sekalipun - tidak merusak ginjal asal tidak melebihi dosis wajar dan tetap minum air putih dengan jumlah cukup.


>>> Daftar Jamu Godog Kendhil Kencana

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar