Minggu, 15 Januari 2012

DAUR HIDUP MANUSIA 1 - Human Life Cycle - मनुष्य जीवन चक्र - 人的生命周期



PULIH MARI BALI WUTUH PURNA WALUYA JATI

DAUR HIDUP MANUSIA

Daur hidup atau siklus hidup adalah suatu proses berulang yang terjadi di dalam kehidupan manusia, sejak dari kandungan sampai kematian. Menurut kepercayaan masyarakat Jawa, kehidupan manusia itu pada hakikatnya terdiri dari tiga tahap, yang merupakan proses berkelanjutan dan pasti akan dialami oleh hampir setiap manusia, kehidupan di dalam rahim ibu, kehidupan di dunia, dan kehidupan di rahim bumi. Masing-masing tahapan kehidupan tersebut terbagi lagi menjadi tahapan-tahapan, yang merupakan perpindahan dari satu tahap kehidupan ke tahap kehidupan berikutnya. Perubahan tahap kehidupan tersebut merupakan masa yang sakral dan kritis, sehingga perlu dilakukan upacara-upacara tertentu, dengan berbagai kelengkapannya agar diperoleh keselamatan.

TAHAPAN SEBELUM LAHIR KE DUNIA (MASA PRANATAL)
  1. Sebulan (Misani, Ngebor-ngebori)
  2. Dua bulan (Mindoni)
  3. Tiga bulan (Neloni)
  4. Empat bulan (Ngupati)
  5. Lima bulan
  6. Enam bulan
  7. Tujuh bulan (Mitoni, Tingkeban, Keba, Sapta Kawasa Jati)
  8. Delapan bulan
  9. Sembilan bulan
  10. Dilahirkan

TAHAPAN SESUDAH LAHIR KE DUNIA (MASA PASCANATAL)
  1. Masa Bayi :
    • Brokohan (1 hari)
    • Sepasaran (5 hari)
    • Puputan (Dhautan, Pupak Puser)
    • Selapanan (35 hari, Potong Rambut)
  2. Masa Kanak-kanak:
    • Tedhak Siten (7 bulan atau 7 selapan = 7 x 35 hari)
    • Gaulan (Tumbuh Gigi)
    • Panggangan
    • Sapihan (anak disapih)
    • Tetesan (5-8 tahun, khusus anak perempuan)
    • Panguran (Mepandes, Metatah, meratakan 6 gigi atas)
  3. Masa Remaja/Taruna:
    • Tarapan (Haid Pertama)
    • Sunatan (Supitan, Tetakan, Khitanan)
  4. Masa Dewasa: Pernikahan
  5. Masa Kehamilan
  6. Masa Setelah Melahirkan
  7. Masa Usia Matang (30 - 40 tahun)
  8. Masa Paruh Baya (Usia Mapan) (40 - 60 tahun), Menopause bagi wanita (40 - 50 tahun)
  9. Masa Tua (Manula, Manusia Lanjut Usia) : Tumbuk Ageng (8 windu = 64 tahun, 10 windu = 80 tahun, melakukan Angon Putu, Congkogan, Andrawina)

TAHAPAN SETELAH KEMATIAN (MASA PARIPURNA)
  1. Bedhah Bumi (Surtanah, 1 hari, menggali liang lahat)
  2. Tiga hari (Nelung Dina, Telung Dina)
  3. Tujuh hari (Mitung Dina, Pitung Dina)
  4. Empatpuluh hari (Matangpuluh Dina, Patangpuluhan)
  5. Seratus hari (Nyatus Dina, Satus Dina)
  6. Setahun (Mendhak Sepisan)
  7. Dua tahun (Mendhak Kapindho)
  8. Seribu hari (Nyewu Dina, Sewu Dina)
  9. Ulangtahun Kematian (Kol, Haul)




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar