Minggu, 08 Januari 2012

JAMU 7 - TUJUH KEUNGGULAN



PULIH MARI BALI WUTUH PURNA WALUYA JATI




7 Keunggulan Obat Herbal

Saat ini di seluruh dunia manusia semakin sadar akan pentingnya kembali ke alam untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Alam dari dulu sebenarnya telah menyediakan berbagai macam obat yang selama ribuan tahun dimanfaatkan manusia secara turun-temurun. Manusia modern-lah yang kemudian cenderung mengabaikan anugerah alam tersebut.

Dengan semakin meningkatnya kesadaran tersebut, riset-riset ilmiah pun kini semakin banyak diarahkan pada bahan-bahan alami. Obat-obatan herbal atau jamu yang diproses secara modern dan didukung hasil riset pun semakin banyak tersedia. Beberapa puluh tahun lalu, Anda tidak dapat membayangkan sedemikian banyaknya pilihan obat herbal modern yang kini ada di pasaran.

Apa saja keunggulan menggunakan obat herbal dibandingkan obat farmasi?

1. Tidak ada efek samping
Obat herbal adalah produk alami yang ditemukan di alam dan benar-benar bebas dari semua jenis efek samping. Orang Indonesia telah berabad-abad meminum berbagai macam jamu tradisional dan belum pernah tercatat ada kasus efek samping yang mematikan. Namun Anda tetap perlu berhati-hati karena beberapa jenis jamu tradisional diproduksi tidak secara higienis dan bahkan dicampur zat-zat kimia sehingga berbahaya bagi tubuh. Dalam hal ini yang berbahaya bukan jamunya, namun kontaminasi jamur dan zat tambahannya.

2. Bebas toksin
Obat farmasi adalah racun. Anda tidak boleh mengkonsumsinya sembarangan.  Obat herbal bebas racun sehingga aman dikonsumsi siapa pun, bahkan seringkali memberikan efek meluruhkan racun dalam tubuh (detoksifikasi).

3. Mudah diproduksi
Obat herbal adalah hasil pengolahan yang sederhana atas akar, umbi, buah, bunga, kulit kayu dan bagian tanaman lainnya. Kesederhanaan prosesnya membuat pengolahan obat herbal tidak memerlukan teknologi canggih dan modal riset yang besar. Banyak obat herbal yang diproduksi oleh usaha rumah tangga yang dipasarkan dari pintu ke pintu. Berkat internet, kini distribusi obat herbal semakin mudah dan mendunia.

4. Menghilangkan akar penyebab penyakit
Obat herbal tidak hanya berkhasiat menyembuhkan gejala penyakit, tetapi juga menghilangkannya hingga ke akar penyebabnya. Hal ini karena efek obat herbal bersifat holistik (menyeluruh) sehingga tidak hanya berfokus pada penghilangan penyakit tapi juga pada peningkatan sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit.

5. Bisa dibeli siapa saja dan di mana saja
Siapa pun boleh membeli obat herbal di mana pun. Anda tidak perlu resep dokter atau pergi ke apotik untuk membelinya. Namun, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter bila mengkonsumsi obat herbal bersamaan dengan obat farmasi karena dikhawatirkan terjadi interaksi obat.

6. Murah
Dibandingkan dengan obat-obatan farmasi, obat herbal relatif lebih murah. Hal ini karena obat herbal tidak perlu membayar biaya paten atau dana riset yang besar. Di masa mendatang, harga obat-obatan herbal bahkan dapat jauh lebih murah bila skala produksinya lebih efisien.

7. Multi-khasiat
Obat herbal dapat digunakan untuk pengobatan lebih dari satu penyakit. Habbatussauda (jintan hitam) bisa membantu menghilangkan asam urat, diabetes, migren, kanker sampai hepatitis. Bawang putih tidak hanya bersifat antivirus namun juga menurunkan kadar kolesterol dan menguatkan jantung. Banyak sekali bahan alami lainnya yang multi-khasiat seperti itu.

http://majalahkesehatan.com/7-keunggulan-obat-herbal/
http://serbaserbijamu.blogspot.com/2011/11/7-keunggulan-obat-jamu-herbal.html



Tanaman Sambiloto (Andrographis paniculata)



4 Ramuan Jamu Buatan Kemkes untuk Penyakit Tak Menular

Saat ini pengobatan melalui jamu tengah dikembangkan untuk mendapatkan bukti ilmiahnya. Kini sudah ada 4 formula dari jamu yang diketahui berkhasiat sebagai obat hipertensi, diabetes, asam urat dan kolesterol.

"Empat formula untuk anti hipertensi (menurunkan tekanan darah), anti hiperglikemia (menurunkan kadar glukosa dalam plasma darah) anti hiperkolesterolemia (menurunkan kadar kolesterol dalam darah) dan anti hiperurisemia (menurunkan kadar asam urat dalam darah). Hasil dari uji klinis yang dilakukan cukup baik," ujar Kepala Pusat Teknologi Terapan Kesehatan dan Epidemiologi Klinis Kemenkes dr Siswanto dalam acara press briefing di Gedung Kemenkes, Jumat (21/10/2011).

dr Siswanto menuturkan dalam 4 formula ini terdiri dari jamu dasar yang mengandung meniran (Phyllanti Herba), temulawak (Curcumae Rhizoma) dan kunyit (Curcume Domesticae Rhizoma) yang memiliki efek sebagai penyegar serta jamu yang mengandung bahan-bahan berkhasiat.

Untuk keempat formula tersebut semuanya mengandung jamu dasar yang sama tapi jamu berkhasiatnya berbeda-beda yaitu:
  • Untuk anti hipertensi mengandung seledri (Apii Graveolentis Folium), kumis kucing (Orthosiphonis Folium) dan pegagan (Centellae Herba).
  • Untuk anti hiperkolesterolemia mengandung daun jati belanda (Guazumae Folium) dan kemuning (Murrayae Folium).
  • Untuk anti hiperurisemia mengandung daun kepel (Stelechocarpi Folium), tempuyung (Sonchi Folium) dan meniran (Phyllathi Herba).
  • Untuk anti hiperglikemia mengandung sambiloto (Andrographidis Herba) dan brotowali Tinosporae Caulis.


"Formula ini bentuknya godogan. Untuk yang anti kencing manis ada sedikit kendala karena rasanya yang memang pahit sekali. Sambiloto sendiri sudah pahit apalagi ditambah dengan brotowali," ungkapnya.

Dalam melakukan uji klinis ini peneliti melibatkan 120 orang untuk masing-masing formula, setiap orang diberikan formula selama 4 minggu dan diukur hasilnya tiap minggu.

Hasil yang didapatkan cukup baik seperti untuk formula anti hiperkolesterolemia bisa menurunkan kolesterol sebesar 20 persen, sedangkan untuk anti hipertensi mampu menurunkan angka sistolik sebesar 20 persen dan angka diastolik sebesar 10 persen.

Berdasarkan hasil ini maka akan dilakukan tahap uji klinis selanjutnya yaitu membandingkan satu kelompok yang diberi formula jamu dan satu kelompok lagi diberikan obat medis.

"Saintifikasi jamu ini bertujuan memberikan bukti ilmiah terhadap manfaat jamu sehingga ke depannya bisa diterima di kalangan medis atau dokter," ujar dr Siswanto.

Diharapkan nantinya jamu bisa digunakan sebagai salah satu upaya promotif dan preventif terutama untuk penyakit-penyakit tidak menular. Serta ingin menjadikan jamu sebagai tuan rumah di negeri sendiri dan tamu terhormat di negara lain.

http://www.detikhealth.com/read/2011/10/21/155417/1749664/763/4-ramuan-jamu-buatan-kemkes-untuk-penyakit-tak-menular
http://serbaserbijamu.blogspot.com/2011/10/4-ramuan-jamu-buatan-kemkes-untuk.html

>>> Daftar Jamu Godog Kendhil Kencana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar