Senin, 30 Januari 2012

Hormon Estrogen 3 - Perbedaan Progesteron dengan Estrogen



PULIH MARI BALI WUTUH PURNA WALUYA JATI

Daftar Jamu Godog Kendhil Kencana >>> Jamu Godog Penyubur Kandungan – IBU BAHAGIA

Simplified scheme of the endocrinological control of pregnancy and parturition in women. 
The balance between the effects of estrogen and progesterone is critical to maintenance of pregnancy and the onset of labor. 
Other important hormonal factors modulate this balance as shown in the scheme. 
Not all factors are represented. Those shown are endocrine factors demonstrated to be significant.

Tips Hormon Reproduksi: Perbedaan Progesteron dengan Estrogen

Estrogen dan progesteron adalah dua hormon yang ditemukan dalam obat kontrasepsi oral bagi wanita.

Fungsi keduanya berbeda, namun estrogen dan progesteron bekerja sama mengontrol siklus menstruasi wanita.

Fungsi

Progesteron dan estrogen adalah hormon steroid. Testosteron, progesteron, dan estrogen adalah tiga hormon yang bertanggung jawab untuk karakteristik seks sekunder. Progesteron dan estrogen mengontrol karakteristik seks untuk perempuan.

Ovulasi

Awal ovulasi dimulai dengan pelepasan FSH dari kelenjar pituitari. Hal ini merangsang ovarium untuk meningkatkan produksi estrogen. Setelah sel telur dilepaskan, tingkat progesteron juga meningkat.

Jika telur tidak dibuahi, level estrogen dan progesteron akan turun, dan memicu  siklus menstruasi. Sebaliknya,  ketika terjadi pembuahan, kedua kadar hormon tersebut akan tetap tinggi.

Pengendalian Kelahiran

Progesteron dan estrogen keduanya digunakan dalam pembuatan obat kontrasepsi (pengendalian kelahiran).

Obat kontrasepsi akan membuat tingkat progesteron dan estrogen tetap tinggi, sehingga tubuh “tertipu” dan mengira terjadi kehamilan sehingga sel telur tidak dilepaskan. Tidak dilepaskannya sel telur akan mencegah kehamilan yang sebenarnya.

Perbedaan

Perbedaan utama antara estrogen dan progesteron terletak pada struktur kimianya. Selain itu, keduanya juga memiliki efek fisiologis yang berbeda.

Estrogen bekerja sama dengan FSH untuk memicu pelepasan sel telur. Sebaliknya, progesteron berfungsi melakukan kontrol umpan balik negatif yang mengurangi pelepasan FSH oleh kelenjar pituitari.

Kanker

Menurut penelitian oleh University of Pennsylvania, penggunaan progesteron dan estrogen meningkatkan risiko kanker hingga dua kali lipat jika diambil pasca-menopause. Jenis kanker yang paling berpotensi muncul adalah kanker payudara.


Sindrom prahaid (Bahasa Inggris: premenstrual syndrome, PMS) adalah kumpulan gejala fisik, psikologis, dan emosi yang terkait dengan siklus menstruasi wanita. Sekitar 80 hingga 95 persen perempuan pada usia melahirkan mengalami gejala-gejala pramenstruasi yang dapat mengganggu beberapa aspek dalam kehidupannya. Gejala tersebut dapat diperkirakan dan biasanya terjadi secara regular pada dua minggu periode sebelum menstruasi. Hal ini dapat hilang begitu dimulainya pendarahan, namun dapat pula berlanjut setelahnya. Pada sekitar 14 persen perempuan antara usia 20 hingga 35 tahun, sindrom pramenstruasi dapat sangat hebat pengaruhnya sehingga mengharuskan mereka beristirahat dari sekolah atau kantornya.

Gangguan kesehatan berupa pusing, depresi, perasaan sensitif berlebihan sekitar dua minggu sebelum haid biasanya dianggap hal yang lumrah bagi wanita usia produktif. Sekitar 40% wanita berusia 14 - 50 tahun, menurut suatu penelitian, mengalami sindrom pra-menstruasi atau yang lebih dikenal dengan PMS (pre-menstruation syndrome). Bahkan survai tahun 1982 di Amerika Serikat menunjukkan, PMS dialami 50% wanita dengan sosio-ekonomi menengah yang datang ke klinik ginekologi.
PMS memang kumpulan gejala akibat perubahan hormonal yang berhubungan dengan siklus saat ovulasi (pelepasan sel telur dari ovarium) dan haid. Sindrom itu akan menghilang pada saat menstruasi dimulai sampai beberapa hari setelah selesai haid.
Penyebab munculnya sindrom ini memang belum jelas. Beberapa teori menyebutkan antara lain karena faktor hormonal yakni ketidakseimbangan antara hormon estrogen dan progesteron. Teori lain bilang, karena hormon estrogen yang berlebihan. Para peneliti melaporkan, salah satu kemungkinan yang kini sedang diselidiki adalah adanya perbedaan genetik pada sensitivitas reseptor dan sistem pembawa pesan yang menyampaikan pengeluaran hormon seks dalam sel. Kemungkinan lain, itu berhubungan dengan gangguan perasaan, faktor kejiwaan, masalah sosial, atau fungsi serotonin yang dialami penderita.


 Daftar Jamu Godog Kendhil Kencana >>> Jamu Godog Penyubur Kandungan – IBU BAHAGIA

1 komentar:

  1. makasih artikelnya admin,,,bermanfaat bagi banyak orang dan mudah di pahami,,di klik jugaArtikel kesehatan terbaru

    BalasHapus